Jumat, 05 Desember 2008

Seni Tradisional Banjar Masihkah Diminati Anak Muda?

Mendengar kata budaya banjar, yang terlintas di pikiran saya adalah tentang kesenian atau seni tradisional banjar seni tradisional banjar bermacam - macam yaitu Seni Tari (Tari Baksa Kembang), Seni Rupa(Rumah Adat), Seni Karawitan(Gamelan Banjar) Seni Musik, Pantun,Puisi, Madihin,Lamut, Mamanda, dan banyak lagi seni tardisional banjar yang lainnya.hal ini membuktikaan orang - orang banjar adalah orang yang sangat kreatif menciptakan kesenian yang membuat orang banjar lebih maju dan beradab.

Budaya banjar sangat terkenal pada masa Kerajaan Banjar,contohnya seni tari dikembangkanda di lingkungan istana(Keraton) dan peninggalan seni rupa seperti rumah adat banjar banyak ditemui di lingkungan istana juga. Rumah Bumbungan Tinggi (Rumah Kediaman Raja)Rumah Gajah Baliku(Kediaaman Saudara Dekat Raja) serta Rumah Gajah Manyusu (Kediaman Pagustian/ Bangsawan). Madihin dan Mamanda juga kerap menjadi hiburan di acara - acara lingkungan Istana seperti Pesta Adat, Pesta panen, Kelahiran Anak, Menyambut tamu agung dan lain - lain.

Orang Banjar mengembangkan sistem sosial, sistem budaya, dan material budaya yang berkaitan dengan kepercayaan (religi) melalui pembaauran dari beberapa aspek budaya(proses adaptasi, akulturasi, dan asimilasi)pengaruh Islam sangat kuat dalam proses oembauran tersebut meskipun masih ada pengaruh Hindu dan Buddha.

Yang menjadi pertanyaan atau bahan renungan, masihkah budaya banjar diminati oleh anak muda?dilihat pada kenyataannya sekarang, budaya banjar hampir menjadi kenangan semata. Pantun banjar tidak lagi menjadi puisi yang berguna di kalsel. sudah tidaka ada lagi forum baturai pantun yang dapat dijadikan ajang beradu pantun, bahkan anak - anak pun tidak tau seperti apa bentuk pantun banjar itu.

Selain Pantun Banjar, mamanda juga menjadi seni tardisional yang hampir menjadi kenangan, kuraangnya perhatian dari masyarakat dapat menyebabkan mundurnya kesenian ini. selain itu pengaruh budaya asing dan kurangnya kreatifitas dari seniman mamanda sendiri juga semakin memperburuk keadaan, anak muda lebih suka latihan cheers dan main band mamanda dianggap kesenian yang sudah ketinggalan zaman.

Banyak solusi yang dapat dilakukan agar anak muda berminat dalam budaya banjar, sekarang banyak sekolah - sekolah yang memberikan pelajaran budaya banjar dan ekstrakurikiler tari tardisional banjar. Taman Budaya juga memberi peranan yang sangat penting bagi pelestarian budaya banjar, di taman budaya sering diadakan festival/ pertunjukan tari yang anggotanya adalah anak muda.

Budaya Banjar akan tetap bertahan bila generasi mudanya masih berminat dan memperhatikan budayanya. nasib budaya banjar berada pada generasi muda banjar sendiri jadi kalau bukan kita yang melestarikan budaya banjar, siapa lagi? jangan sampai budaya banjar hanya akan menjadi "dongeng" di masa yang akan datang, semoga.....